Kami ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pengunjung setia Blog ini. Semoga Anda semua selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, AAmiin.

Jumat, 06 Juli 2012

Pengertian Administrasi Pendidikan

Pengertian Administrasi
Pengertian administrasi menurut bahasa adalah: “Usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan. serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi; 2. usaha dan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kebijakan untuk mencapai tujuan; 3. kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan; 4. kegiatan kantor dan tata usaha.”[1]

Pengertian administrasi pendidikan menurut “Ensiklopedi Administrasi” adalah bahwa administrasi pendidikan terdiri dan dua kata, yaitu administrasi dan pendidikan. Kata administrasi berasal dan bahasa latin Ad dan Ministrare yaitu suatu kata kerja yang berarti melayani, membantu atau memenuhi.[2] Maksudnya bahwa administrasi merupakan suatu bantuan agar suatu usaha dapat berjalan dengan lancar untuk mencapai tujuan.

Menurut Trisna yang dikutip oleh Daryanto dalam bukunya Administrasi pendidikan menyebutkan bahwa: administrasi adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerjasama dua orang atau lebih dengan secara rasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya secara efisien.[3]

Lain lagi menurut The Liang Gie dalam bukunya Pengertian Kedudukan Ilmu Administrasi menyebutkan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.[4]

Menurut Sondang P. Siagian administrasi adalah “keseluruhan proses kerjasama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.[5]

N.A. Ametembun mengemukakan bahwa “pengertian administrasi adalah keseluruhan proses pemanfaatan semua sumber manusia dan material secara efektif untuk mencapai tujuan bersama”.[6]

Menurut Suharsimi Arikunto administrasi adalah “teknis pencatatan”, dan atau “suatu usaha bersama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien dengan menggunakan segala dana dan daya yang ada”.[7]

Berdasarkan pengertian administrasi tersebut di atas, maka dapat diambil pengertian bahwa pengertian administrasi merupakan suatu proses kerjasama antara orang-orang dengan menggunakan semua sumber dana dan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Pengertian Pendidikan
Berbicara masalah pendidikan, sejak dulu hingga sekarang, kiranya sudah banyak dibicarakan oleh para ahli pendidikan, sehingga dan sekian banyak definisi yang dikemukakan sudah tentu pula mempunyai persamaan dan perbedaan, namun pada hakikatnya mempunyai tujuan yang sama, penulis mencoba mengemukakan beberapa definisi yang dikemukakan ahli pendidikan tersebut, yakni:

Secara definitive pendidikan (paedagogie) diartikan oleh beberapa tokoh pendidikan sebagai berikut:

  1. Pengertian Pendidikan menurut H.M. Arifin - “Hakekat Pendidikan adalah: “Usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik. Baik dalam bentuk pendidikan formal dan nonformal. Jadi dengan kata lain pendidikan pada hakekatnya adalah ikhtiar manusia untuk membantu mengarahkan fitrah manusia supaya berkembang sampai pada titik maksimal yang dicapai sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan”.[9]
  2. Ahmad D. Marimba mengemukakan bahwa Pengertian Pendidikan adalah bimbingan dan pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama”.[10]
  3. Khalijah Hasan mengemukakan pengertian pendidikan adalah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada anak dalam pertumbuhan jasmani dan rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa”.[11]
  4. Menurut Poerbakawatja dan Harahap, pendidikan adalah: “Usaha secara sengaja dan orang dewasa untuk mempengaruhinya meningkatkan si anak menuju kedewasaan yang selalu diartikan orang menimbulkan tanggung jawab dan segala perbuatannya. Orang dewasa itu adalah orang tua si anak atau yang atas tugas dan kedudukannya mempunyai kewajiban untuk mendidik, misalnya guru sekolah, kepala asrama dan sebagainya.”.[12]
  5. Menurut Soegarda Poerbakawatja, pendidikan adalah: “Dalam artian umum pendidikan mencakup segala usaha perbuatan dan generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya, pengetahuannya, kecakapannya serta keterampilannya kepada generasi muda untuk memungkinkan melakukan fungsi kehidupan dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya”.[13]
  6. Menurut Ngalim Purwanto, “Pendidikan ialah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak dalam pertumbuhan (jasmani dan rohani) agar berguna bagi din sendiri dan masyarakat”.[14]
  7. Menurut SA. Brata, dan kawan-kawan, “Pendidikan adalah usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun dengan cara yang tidak langsung untuk membentuk anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan”.[15]
Dari pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan adalah:
  • Suatu proses pertumbuhan yang disesuaikan dengan lingkungan
  • Suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam pertumbuhannya
  • Suatu usaha pembentukan kepribadian dan kemampuan anak dalam menuju kedewasaan.
Pendidikan juga tidak hanya dipandang sebagai usaha pemberian informasi dan pembentukan keterampilan saja, namun diperluas sehingga mencakup usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga tercapai pola hidup pribadi dan sosial yang memuaskan. Pendidikan bukan semata-mata sarana untuk kehidupan anak sekarang yang sedang mengalami perkembangan menuju tingkat kedewasaan.

Adapun pengertian administrasi pendidikan adalah usaha kerja sama yang dilakukan oleh orang-orang dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.   Untuk memperjelas pengertian dan administrasi pendidikan, maka penulis akan menggunakan beberapa definisi dan para ahli yang memberikan arti sesuai dengan latar belakang dan sudut pandang masing-masing.

M. Ngalim Purwanto, memberikan pengertian administrasi pendidikan adalah sebagai berikut:
“Segenap proses dan pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan. Jadi dalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat di dalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif, dan semua materi yang diperlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien”.[16]

Menurut Abdul Gaffar Administrasi Pendidikan adalah usaha atau kegiatan bersama untuk mendayagunakan semua sumber (orang, materiel, dan metode) secara efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.[17]

Menurut Hadari Nawawi pengertian administrasi pendidikan adalah sebagai berikut “Rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu, terutama lembaga pendidikan formal”.[18]

Dari pengertian tersebut di atas dapatlah penulis simpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah suatu proses kerjasama oleh sejumlah orang dengan memanfaatkan semua sumber dan fasilitas yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien

--------------------------------------------
DAFTAR KUTIPAN
[1] Pariata Westra , et al. Ensiklopedi Administrasi, ( Jakarta: Haji Mas Agung, 1989), h. 12
[2] M. Daryanto, Administrasi Pendidikan,(Jakarta: Rineka Cipta, 1998) h. 7
[3] Gie, The Liang, Pengertian Kedudukan Ilmu Administrasi, ( Bandung: Liberty, 1992) hal. 13
[4] S.P. Siagian, Filsafat Administrasi, Jakarta: Gunung Agung, 1979)h, h.3
[5] N.A Ametembun, Guru dalam Administrasi Sekolah, (IKIP Bandung: 1981) h. 31
[6] S. Wojo Wasito Dan WJS Poerwadarminta, Kamus Lengkap bahasa Indonesia, Bandung: Hasta, 1980 ) hal. 49
[7] Sudirman, N, et al., Ilmu Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1992 ), hal.
[8] Muhaimin, Dkk., Strategi Belajar Mengajar Penerapan Dalam Pembelajaran Pendidikan Guru, (Surabaya : Citra Media Karya Anak Bangsa, 1996), hal. 99
[9] H.M. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga, (Jakarta :Bulan Bintang, , 1997), hal. 12.
[10] Ahmad D. Marimba, Pengantar filsafat Pendidikan Islam, (Bandung :Al Ma’arif, 1989), hal. 19.
[11] Chalijah Hasan, Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan, (Surabaya : Al Ikhlas, 1989), hal. 19.
[12] M. Ngalim Purwanto, Ilmu Mendidik Teoritis dan Praktis, (Bandung:: PT. Remaja Rosdakarya, 1991), h. 202.
[13] Zahara Idris, Dasar-Dasar Pendidikan, (Bandung : Aksara, 1984), h. 9.
[14] I b I d.,
[15] Suwarno, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta : Rineka Cipta, 1992), h. 1-2.
[16] Hadari Nawawi, Administrasi pendidikan, (Jakarta : Haji Mas Agung,, 1983), hal. 33.
[17] Hendyat Soetopo dan wasty Soemanto, Pengantar Operasional Administrasi pendidikan, (Surabaya:, Usaha Nasional, 1982), hal. 3 3-34.
[18] Hadari Nawawi, Administrasi Pendidikan., (Jakarta: Gunung Agung, 1982 ), hal. 11.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar