Kami ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pengunjung setia Blog ini. Semoga Anda semua selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, AAmiin.

Jumat, 06 Juli 2012

Peranan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Peranan seorang guru akan senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik dengan siswa, sesama guru, maupun dengan staf yang lain. Dari berbagai kegiatan interaksi belajar-mengajar, dapat dipandang sebagai sentral bagi peranannya. Sebab baik disadari atau tidak bahwa sebagian dari waktu dan perhatian guru banyak dicurahkan untuk menggarap proses belajar-mengajar dan berinteraksi dengan siswanya.

Mengenai apa peranan guru itu ada beberapa pendapat yang ditulis oleh Sardiman A.M, sebagai berikut:
  1. Prey Katz menggambarkan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang dianjurkan.
  2. Havighurst menjelaskan bahwa peranan guru di sekolah sebagai pegawai (employee) dalam hubungan kedinasan, sebagai bawahan (subordinate) terhadap atasannya, sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejawat, sebagai mediator dalam hubungannya dengan anak didik, sebagai pengatur disiplin, evaluator dan pengganti orang tua.
  3. James W. Brown, mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru antara lain: menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.
  4. Federasi dan Organisasi Profesional Guru Sedunia, mengungkapkan bahwa peranan guru di sekolah, tidak hanya sebagai transmiter dari ide tetapi juga berperan sebagai transfomer dan katalisator dari nilai dan sikap.
Dari beberapa pendapat di atas maka secara rinci peranan guru dalam kegiatan belajar-mengajar, secara singkat dapat disebutkan sebagai berikut:
a. Informator
Sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.
b. Organisator
Guru sebagai organisator, pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain-lain. Komponen-komponen yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar, semua diorganisasikan sedemikian rupa, sehingga dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri siswa.
c. Motivator
Peranan guru seba gai motivator ini penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.
d. Pengarah/direktor
Jiwa kepemimpinan bagi guru dalam peranan ini lebih menonjol. Guru dalam hal ini harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
e. Inisiator
Guru dalam hal ini sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar. Sudah barang tentu ide-ide itu merupakan ide-ide kreatif yang dapat dicontoh oleh anak didiknya.
f. Transmitter
Dalam kegiatan belajar guru juga akan bertindak selaku penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
g. Fasilitator
Guru dalam hal ini akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar, misalnya saja dengan menciptakan suasana kegiatan belajar yang sedemikian rupa, serasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar-mengajar akan berlangsung secara efektif.
h. Mediator
Guru sebagai mediator dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Misalnya menengahi atau memberikan jalan ke luar kemacetan dalam kegiatan diskusi siswa. Mediator juga diartikan penyedia media. Bagaimana cara memakai dan mengorganisasikan penggunaan media.
i. Evaluator
Ada kecenderungan bahwa peran sebagai evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademis maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.

Menurut Drs. Tohirin, Ms. M.Pd., di dalam bukunya Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mengatakan bahwa guru mempunyai peranan yang amat luas, baik di sekolah, keluarga, dan di dalam masyarakat.
  1. Di sekolah guru berperan sebagai perancang atau perencana, pengelola pengajaran dan pengelola hasil pembelajaran siswa. Peranan guru di sekolah ditentukan oleh kedudukannya sebagai orang dewasa, sebagai pengajar dan pendidik serta sebagai pegawai.
  2. Di dalam keluarga guru berperan sebagai family educator.
  3. Di masyarakat guru berperan sebagai social developer (pembina masyarakat), social motivator (pendorong masyarakat), social inovator (penemu masyarakat), dan sebagai social agent (agen masyarakat).
Peranan seorang guru juga sangat luas jika ditinjau dari beberapa segi, yaitu:

1. Dari segi dirinya pribadi (self oriented).
  • Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus-menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
  • Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua di sekolah bagi setiap siswa.
  • Model teladan, guru adalah model tingkah laku yang harus dicontoh oleh siswa-siswanya.
  • Pemberi keselamatan, guru senantiasa memberikan rasa keselamatan bagi setiap siswanya. Siswa diharapkan akan merasa aman (bukan malah tegang atau stres) berada dalam didikan gurunya.
2. Dari segi hubungannya dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan.
  • Pengambil inisiatif, pengarah dan penilai aktivitas-aktivitas pendidikan dan pengajaran.
  • Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
  • Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu ia menguasai bahan yang harus diajarkannya.
  • Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar seluruhnya siswa menegakkan disiplin dan ia pun terlebih dahulu harus memberi contoh tentang kedisiplinan kepada seluruh siswanya.
  • Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung secara baik.
  • Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan siswa sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan.
  • Penerjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
3. Dari sudut pandang psikologis
  • Pakar psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan mampu mengaplikasikannya dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan pendidik.
  • Seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia khususnya dengan siswa-siswa sehingga dapat mencapai tujuan pengajaran dan pendidikan.
  • Pembentukan kelompok (grup builder), yaitu mampu membentuk atau menciptakan suatu pembaruan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.
  • Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para siswa.
----------------------------------------------------------------
DAFTAR PUSTAKA
Peranan Guru dalam Proses Belajar Mengajar:
----------------------------------------------------------------
  1. Sardiman A.M., Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005
  2. Tohirin, Psikologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Raja grafindo Persada, Jakarta, 2006
----------------------------------------------------------------

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar