Kami ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pengunjung setia Blog ini. Semoga Anda semua selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, AAmiin.

Senin, 16 April 2012

Janji Beri Kunci jawaban UN dengan Imbalan 15 Juta

Ilustrasi : Corbis
JOMBANG - Dugaan upaya pembocoran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) kembali terjadi. Di Jombang, Jawa Timur, dewan pendidikan setempat berhasil mengungkap fakta baru pembocoran kunci jawaban ujian nasional dengan modus bimbingan belajar (bimbel).
Dengan modus tersebut, untuk mendapat kunci jawaban, setiap sekolah dikenakan biaya bervariasi antara Rp15-30 juta. Karena tergiur dan takut tidak lulus, ratusan siswa pun rela mendaftar dan menyerahkan uang demi bisa ikut program tersebut.

Menurut Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang Ahmad Junaidi Hidayat, dugaan pembocoran jawaban UN dengan modus bimbel tersebut bukanlah kali pertama. Sebenarnya, modus ini telah berjalan sejak tujuh tahun terakhir dan belum terendus aparat terkait.


Sejumlah siswa di Jombang mengaku percaya terhadap kunci jawaban tersebut sehingga mendaftar dan membayar sejumlah uang untuk mendapatkannya. Menurur pengakuan para siswa, informasi mengenai modus ini tersebar dari mulut ke mulut termasuk dari para seniornya yang sudah lulus sebelumnya.

Atas informasi tersebut para siswa akhirnya bertemu dengan utusan lembaga pendidikan yang menawarkan program, yakni Heri Fahrudin Kohar. Dia mengaku sebagai mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang berdomisili di Tegalsari, Surabaya.

Kepada pelajar Heri mengaku sebagai utusan dari sebuah lembaga bimbingan belajar di Surabaya yang menawarkan paket kunci jawaban UN. Untuk satu paket jawaban, dia mematok harga Rp7,5 juta per sekolah dan dua kali lipat untuk dua paket (IPA dan IPS).

Rendi Prisma adalah salah satu siswa yang tergoda untuk membeli kunci jawaban tersebut. Siswa salah satu SMA swasta ini mengaku telah menyerahkan uang hasil iuran teman-teman sekolahnya sebesar Rp4 juta sebagai uang muka pada oknum utusan bimbel tersebut.

Setelah membayar uang muka, perwakilan lima siswa dari tiap sekolah ini dijanjikan akan diberi kunci jawaban UN. Selain itu, mereka juga akan mendapat arahan bagaimana cara bekerjasama atau menyebarkannya melalui handphone teman-temannya yang ikut program saat UN berlangsung. Jika sudah diberikan kunci jawaban namun sisa pembayaran tidak dilunasi, para siswa ini diancam akan di proses ke pengadilan.

Rendi mengaku tidak hanya para siswa di sekolahnya saja yang telah membayar untuk mengikuti program bimbel kunci jawaban UN. Teman-temannya yang berasal dari sekolah lain di Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, hingga Surabaya juga mendaftar untuk mengikuti program bimbel tersebut. Bahkan menurut Rendi, harga program tersebut mencapai Rp30 juta untuk sebuah sekolah.(mrg)(Mukhtar Bagus/Sindo TV/rhs)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar