Kami ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pengunjung setia Blog ini. Semoga Anda semua selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, AAmiin.

Selasa, 30 Oktober 2012

BAHASA INGGRIS DI SD MAU DIHAPUS ???

Tahun ajaran mendatang, pemerintah berencana menghapus pelajaran bahasa Inggris di Sekolah Dasar (SD)  karena dinilai terlalu membebani siswa.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mempertimbangkan menghapus mata pelajaran Bahasa Inggris dalam kurikulum pendidikan di tingkat Sekolah Dasar tahun ajaran 2013-2014 mendatang.


Rencana penghapusan ini menurut Juru Bicara Kemendikbud, Ibnu Hamad merupakan bagian dari perubahan dan pengembangan kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang tengah dilakukan lembaganya.

Hasil sementara dari kajian itu menyimpulkan jumlah mata pelajaran di tingkat SD terlalu banyak sehingga  membebani siswa.

Karenanya Kemendikbud berencana akan mengurangi jumlah mata pelajaran di tingkat SD dari 11 menjadi 6 pelajaran saja,  yakni Agama, bahasa Indonesia, PPKN, Matematika, Seni dan Budaya, Pendidikan jasmani dan Kesehatan atau penjaskes.

Kajian ini sendiri menurut Ibnu Hamad belum final dan masih terus digodok.
“Khusus untuk kelas 1 sampai 3 SD, orientasinya adalah pengenalan pengetahuan dan pengembangan karakter, dan proses Calistung (Baca, Tulis dan berhitung)," ujar Ibnu.
Tetapi rencana ini mendapat tentangan dari beberapa orang tua yang mengaku keberatan dengan rencana penghapusan mata pelajaran bahasa inggris ini.
“Kalau bahasa inggris dihapuskan sayang ya, sekarang udah pada bisa tiba-tiba dihapus kashian banget mereka kok jadi mundur ya. Kalo bahasa asing sekarang penting banget” ujar salah satu orang tua siswa.

Meski demikian, rencana penghapusan bahasa inggris di tingkat SD ini dinilai positif oleh pakar sosio-linguistic dari Universitas Gajah Mada, Kunjana Rahardi. 
Menurutnya sudah selayaknya anak di usia kelas 1 sampai kelas 3 SD memang tidak dikenalkan dengan bahasa asing lebih dahulu. 
Sebaliknya harus difokuskan pada bahasa ibu baik Bahasa Indonesia ataupun  bahasa daerah  terlebih dahulu.
“Penguasaan bahasa ibu yang bagus dulu, nanti dia akan terbantu ketika dia belajar bahasa kedua dan ketiga. Jadi belajar bahasa kedua itu dasarnya adalah pengembangan dari penguasaan bahasa pertama," ungkap Kunjana.
"Jadi sebelum bahasa pertamanya sampai pada tahapan yang cukup bagus, enggak mungkin seorang anak bisa belajar bahasa kedua dan ketiga."

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar