Kami ucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pengunjung setia Blog ini. Semoga Anda semua selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT, AAmiin.

Minggu, 13 Mei 2012

Sebelum Sukhoi Jatuh, Apa Yang terjadi ?


Sukhoi Superjet 100 (Foto:Wikipedia)

BOGOR - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Harry Bakti, menegaskan, saat kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100, pesawat hilang komunikasi di ketinggian 6.000.

Pesawat itu sebelumnya berada di ketinggian 10.000 dan meminta izin untuk turun ke ketingggian 6.000. Air Traffic Control (ATC) pun memberikan izin untuk melakukan penurunan ketinggian.

"Sudah dapat izin itu menurut laporan ATC, dia bilang sudah beri izin untuk turun ke 6.000 dan waktu diradar juga posisinya sudah 6.000," katanya di helipad darurat, Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/5/2012).

Atas permintaan itu lanjutnya, diberikanlah izin untuk menurunkan ketinggian. Bakti juga menjelasan, posisi pesawat saat itu sudah berada di training area Landasan Udara Atang Sandjaja.

"Karena itu berada di area training area Lanud Atang Sanjaya, sebetulnya pesawat pun bisa landing di Lanud Atang, boleh turun. Jadi tidak ada masalah secara teknis operasional, secara komunikasi dan teknis operasional tidak bermasalah," katanya.

Dia menjelaskan, sebelum izin ke Lanud Atang Sanjaya atau ketika menuju ke Lanud, pesawat tersebut meminta turun di sekitar Lanud. "Dan dia memutar-mutar di sana," jelas Bakti.

Bakti menjelaskan saat memutar-mutar tersebut komunikasi kemudian hilang. "Dia hilangnya di sana dan tidak naik lagi," katanya.

Akhirnya Sukhoi Superjet 100 RA 36801 yang sebelumnya berangkat dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma pada Rabu (9/5/2012) sekira pukul 14.00 namun kontak tersebut kontak 14.33 WIB.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar